Makalah “kebudayaan indonesia dalam globalisasi”
Bab I
Pendahuluan
Pada hakekatnya manusia diciptakan untuk menjadi khalifah (pemimipin) di bumi ini. Dengan dibekali akal, pikiran, perasaan, kemauan, dan emosi oleh Tuhan Yang Maha Esa, Manusia dituntut untuk memelihara isi yang ada di alam jagat raya ini. Melalui interaksi antar segala yang ada di bumi salah satu untuk bisa memeliharanya. Sebelum Manusia berinteraksi dia harus menemukan jati diri nya, yaitu melalui budaya. Budaya dapat memberikan identitas manusia itu sendiri, sehingga manusia dan budaya itu sangat erat hubungannya dan tak bias terpisahkan.
Seiring perkembangan jaman, kebudayaan manusia semakin lama akan semakin berubah, dan terus mengikuti perkembangan jaman. Tetapi bila kita sebagai penerus budaya bangsa tidak bisa memilah-milih yang mana yang akan sesuai dengan kebudayaan kita, maka kebudayaan kita lama-kelamaan akan sirna.
Pembinaan dan pengembangan kebudayaan perlu di laksanakan untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan yang telah kita miliki. Selain itu kita juga dapat meningkatkan harkat dan martabat jati diri bangsa kita. Saya sebagai penerus kebuayaan menyumbangkan bentuk gagasan yang akan di paparkan pada makalah saya ini. dengan tujuan yang tidak lain untuk memperdalam dan menelaah hubungan antara kebudayaan dan manusia di bangsa kita, Bangsa Indonesia.
Bab II
Pembahasan
Budaya atau kebudayaan berasal dari [bahasa Sansekerta] yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Manusia menjalani hidup di atas masing-masing budayanya, lain tempat lain budayanya, lain orang lain pula budayanya. Kebudayaan di bangsa kita banyak sekali, karena Indonesia terdiri dari banyak kepulauan dan beragam suku. Bila kita bepergian ke suatu daerah kita melihat cara berperilaku dan cara hidup yang berbeda-beda, itu menunjukkan budaya dari tempat tersebut berbeda-beda. Contohnya saja orang jawa yang sudah bercirikan halus dalam bertutur kata. Berbeda dengan orang Sumatra utara yang memiliki suara yang keras dan terkesan “galak” bila berbicara. Karena kebudayaan bangsa kita yang beragam ini, kita harus bias menjaga dan memeliharanya, apalagi di jaman era globalisasi seperti ini, sulit sekali menyeleksi budaya-budaya luar yang menyusup ke bangsa kita.
Pengertian globalisasi
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Globalisasi sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir. Sebagai istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia.
Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Globalisasi sering diperbincangkan oleh banyak orang, mulai dari para pakar ekonomi, sampai penjual iklan. Dalam kata globalisasi tersebut mengandung suatu pengetian akan hilangnya satu situasi dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dan terbuka dalam perdagangan. Dan dengan terbukanya satu negara terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain. Konsep akan globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu pada penyempitan dunia secara insentif dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, yaitu semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita akan koneksi tersebut.
Proses perkembangan globalisasi pada awalnya ditandai kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi. Bidang tersebut merupakan penggerak globalisasi. Dari kemajuan bidang ini kemudian mempengaruhi sektor-sektor lain dalam kehidupan, seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain. Contoh sederhana dengan teknologi internet, parabola dan TV, orang di belahan bumi manapun akan dapat mengakses berita dari belahan dunia yang lain secara cepat. Hal ini akan terjadi interaksi antarmasyarakat dunia secara luas, yang akhirnya akan saling mempengaruhi satu sama lain, terutama pada kebudayaan daerah,seperti kebudayaan gotong royong,menjenguk tetangga sakit dan lain-lain. Globalisasi juga berpengaruh terhadap pemuda dalam kehidupan sehari-hari, seperti budaya berpakaian, gaya rambut dan sebagainya.
Budaya Indonesia dalam globalisasi
Bagi bangsa Indonesia aspek kebudayaan merupakan salah satu kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam, termasuk keseniannya. Kesenian rakyat, salah satu bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia tidak luput dari pengaruh globalisasi. Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat, hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh akses komunikasi dan berita namun hal ini justru menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu masalah yang paling krusial atau penting dalam globalisasi, yaitu kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengertahuan dikuasai oleh negara-negara maju, bukan negara-negara berkembang seperti Indonesia. Mereka yang memiliki dan mampu menggerakkan komunikasi internasional justru negara-negara maju. Akibatnya, negara-negara berkembang, seperti Indonesia selalu khawatir akan tertinggal dalam arus globalisai dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk kesenian kita.
Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia . Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi, dan Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri . Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah, gotong royong dan sopan berganti dengan budaya barat, misalnya pergaulan bebas. Di Tapanuli (Sumatera Utara) misalnya, duapuluh tahun yang lalu, anak-anak remajanya masih banyak yang berminat untuk belajar tari tor-tor dan tagading (alat musik batak). Hampir setiap minggu dan dalam acara ritual kehidupan, remaja di sana selalu diundang pentas sebagai hiburan budaya yang meriah. Saat ini, ketika teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut semakin lenyap di masyarakat, bahkan hanya dapat disaksikan di televisi dan Taman Mini Indonesi Indah (TMII).
Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut, bila dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat menjadi lahan pekerjaan yang menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya. Hal lain yang merupakan pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa indonesia yang baik dan benar (bahasa juga salah satu budaya bangsa). Sudah lazim di Indonesia untuk menyebut orang kedua tunggal dengan Bapak, Ibu, Pak, Bu, Saudara, Anda dibandingkan dengan kau atau kamu sebagai pertimbangan nilai rasa. Sekarang ada kecenderungan di kalangan anak muda yang lebih suka menggunakan bahasa Indonesia dialek Jakarta seperti penyebutan kata gue (saya) dan lu (kamu).
Selain itu kita sering dengar anak muda mengunakan bahasa Indonesia dengan dicampur-campur bahasa inggris seperti OK, No problem dan Yes’, bahkan kata-kata makian (umpatan) sekalipun yang sering kita dengar di film-film barat, sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata ini disebarkan melalui media TV dalam film-film, iklan dan sinetron bersamaan dengan disebarkannya gaya hidup dan fashion . Gaya berpakaian remaja Indonesia yang dulunya menjunjung tinggi norma kesopanan telah berubah mengikuti perkembangan jaman. Ada kecenderungan bagi remaja putri di kota-kota besar memakai pakaian minim dan ketat yang memamerkan bagian tubuh tertentu. Budaya perpakaian minim ini dianut dari film-film dan majalah-majalah luar negeri yang ditransformasikan kedalam sinetron-sinetron Indonesia . Derasnya arus informasi, yang juga ditandai dengan hadirnya internet, turut serta `menyumbang` bagi perubahan cara berpakaian. Pakaian mini dan ketat telah menjadi trend dilingkungan anak muda. Salah satu keberhasilan penyebaran kebudayaan Barat ialah meluasnya anggapan bahwa ilmu dan teknologi yang berkembang di Barat merupakan suatu yang universal. Masuknya budaya barat (dalam kemasan ilmu dan teknologi) diterima dengan `baik`. Pada sisi inilah globalisasi telah merasuki berbagai sistem nilai sosial dan budaya Timur (termasuk Indonesia ) sehingga terbuka pula konflik nilai antara teknologi dan nilai-nilai ketimuran.
Bab III
Permasalahan
Adanya globalisasi menimbulkan berbagai masalah terhadap eksistensi kebudayaan daerah, salah satunya adalah terjadinya penurunan rasa cinta terhadap kebudayaan yang merupakan jati diri suatu bangsa, erosi nilai-nilai budaya, terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa.
* PERUBAHAN BUDAYA DALAM GLOBALISASI ; KESENIAN YANG BERTAHAN DAN YANG TERSISIHKAN
Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma social merupakan salh satu dampak dari adanya globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Misalnya saja khusus dalam bidang hiburan massa atau hiburan yang bersifat masal, makna globalisasi itu sudah sedemikian terasa. Sekarang ini setiap hari kita bisa menyimak tayangan film di tv yang bermuara dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea, dll melalui stasiun televisi di tanah air. Belum lagi siaran tv internasional yang bisa ditangkap melalui parabola yang kini makin banyak dimiliki masyarakat Indonesia. Sementara itu, kesenian-kesenian populer lain yang tersaji melalui kaset, vcd, dan dvd yang berasal dari manca negara pun makin marak kehadirannya di tengah-tengah kita. Fakta yang demikian memberikan bukti tentang betapa negara-negara penguasa teknologi mutakhir telah berhasil memegang kendali dalam globalisasi budaya khususnya di negara ke tiga. Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya.
Di saat yang lain dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi oleh banyak alternatif tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan parabola masyarakat bisa menyaksikan berbagai tayangan hiburan yang bersifat mendunia yang berasal dari berbagai belahan bumi. Kondisi yang demikian mau tidak mau membuat semakin tersisihnya kesenian tradisional Indonesia dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sarat akan pemaknaan dalam masyarakat Indonesia. Misalnya saja bentuk-bentuk ekspresi kesenian etnis Indonesia, baik yang rakyat maupun istana, selalu berkaitan erat dengan perilaku ritual masyarakat pertanian. Dengan datangnya perubahan sosial yang hadir sebagai akibat proses industrialisasi dan sistem ekonomi pasar, dan globalisasi informasi, maka kesenian kita pun mulai bergeser ke arah kesenian yang berdimensi komersial. Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan fungsinya. Sekalipun demikian, bukan berarti semua kesenian tradisional kita lenyap begitu saja. Ada berbagai kesenian yang masih menunjukkan eksistensinya, bahkan secara kreatif terus berkembang tanpa harus tertindas proses modernisasi. Pesatnya laju teknologi informasi atau teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang ampuh, sekaligus juga alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat luas.
Akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka. Misalnya saja kesenian tradisional wayang orang Bharata, yang terdapat di Gedung Wayang Orang Bharata Jakarta kini tampak sepi seolah-olah tak ada pengunjungnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat wayang merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional Indonesia yang sarat dan kaya akan pesan-pesan moral, dan merupakan salah satu agen penanaman nilai-nilai moral yang baik, menurut saya. Contoh lainnya adalah kesenian Ludruk yang sampai pada tahun 1980-an masih berjaya di Jawa Timur sekarang ini tengah mengalami “mati suri”. Wayang orang dan ludruk merupakan contoh kecil dari mulai terdepaknya kesenian tradisional akibat globalisasi. Bisa jadi fenomena demikian tidak hanya dialami oleh kesenian Jawa tradisional, melainkan juga dalam berbagai ekspresi kesenian tradisional di berbagai tempat di Indonesia. Sekalipun demikian bukan berarti semua kesenian tradisional mati begitu saja dengan merebaknya globalisasi. Di sisi lain, ada beberapa seni pertunjukan yang tetap eksis tetapi telah mengalami perubahan fungsi. Ada pula kesenian yang mampu beradaptasi dan mentransformasikan diri dengan teknologi komunikasi yang telah menyatu dengan kehidupan masyarakat, misalnya saja kesenian tradisional “Ketoprak” yang dipopulerkan ke layar kaca oleh kelompok Srimulat. Kenyataan di atas menunjukkan kesenian ketoprak sesungguhnya memiliki penggemar tersendiri, terutama ketoprak yang disajikan dalam bentuk siaran televisi, bukan ketoprak panggung. Dari segi bentuk pementasan atau penyajian, ketoprak termasuk kesenian tradisional yang telah terbukti mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Selain ketoprak masih ada kesenian lain yang tetap bertahan dan mampu beradaptasi dengan teknologi mutakhir yaitu wayang kulit. Beberapa dalang wayang kulit terkenal seperti Ki Manteb Sudarsono dan Ki Anom Suroto tetap diminati masyarakat, baik itu kaset rekaman pementasannya, maupun pertunjukan secara langsung. Keberanian stasiun televisi Indosiar yang sejak beberapa tahun lalu menayangkan wayang kulit setiap malam minggu cukup sebagai bukti akan besarnya minat masyarakat terhadap salah satu khasanah kebudayaan nasional kita. Bahkan Museum Nasional pun tetap mempertahankan eksistensi dari kesenian tradisonal seperti wayang kulit dengan mengadakan pagelaran wayang kulit tiap beberapa bulan sekali dan pagelaran musik gamelan tiap satu minggu atau satu bulan sekali yang diadakan di aula Kertarajasa, Museum Nasional.
Bab IV
Penyelesaian Masalah
Peran kebijaksanaan pemerintah yang lebih mengarah kepada pertimbangan-pertimbangan ekonomi daripada cultural atau budaya dapat dikatakan merugikan suatu perkembangan kebudayaan. Dalam kondisi seperti ini arti dari kesenian itu sendiri menjadi hambar dan tidak ada rasa seninya lagi. Melihat kecenderungan tersebut, aparat pemerintah telah menjadikan para seniman dipandang sebagai objek pembangunan dan diminta untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan simbol-simbol pembangunan. Hal ini tentu saja mengabaikan masalah pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan bangsa, dalam arti benar-benar didukung oleh nilai seni yang mendalam dan bukan sekedar hanya dijadikan model saja dalam pembangunan. Dengan demikian, kesenian rakyat semakin lama tidak dapat mempunyai ruang yang cukup memadai untuk perkembangan secara alami atau natural, karena itu, secara tidak langsung kesenian rakyat akhirnya menjadi sangat tergantung oleh model-model pembangunan yang cenderung lebih modern dan rasional. Sebagai contoh dari permasalahan ini dapat kita lihat, misalnya kesenian asli daerah Betawi yaitu, tari cokek, tari lenong, dan sebagainya sudah diatur dan disesuaikan oleh aparat pemerintah untuk memenuhi tuntutan dan tujuan kebijakan-kebijakan politik pemerintah. Aparat pemerintah di sini turut mengatur secara normatif, sehingga kesenian Betawi tersebut tidak lagi terlihat keasliannya dan cenderung dapat membosankan. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dikehendaki terhadap keaslian dan perkembangan yang murni bagi kesenian rakyat tersebut, maka pemerintah perlu mengembalikan fungsi pemerintah sebagai pelindung dan pengayom kesenian-kesenian tradisional tanpa harus turut campur dalam proses estetikanya. Memang diakui bahwa kesenian rakyat saat ini membutuhkan dana dan bantuan pemerintah sehingga sulit untuk menghindari keterlibatan pemerintah dan bagi para seniman rakyat ini merupakan sesuatu yang sulit pula membuat keputusan sendiri untuk sesuai dengan keaslian (oroginalitas) yang diinginkan para seniman rakyat tersebut. Oleh karena itu pemerintah harus ‘melakoni’ dengan benar-benar peranannya sebagai pengayom yang melindungi keaslian dan perkembangan secara estetis kesenian rakyat tersebut tanpa harus merubah dan menyesuaikan dengan kebijakan-kebijakan politik.
Globalisasi informasi dan budaya yang terjadi menjelang millenium baru seperti saat ini adalah sesuatu yang tak dapat dielakkan. Kita harus beradaptasi dengannya karena banyak manfaat yang bisa diperoleh. Harus diakui bahwa teknologi komunikasi sebagai salah produk dari modernisasi bermanfaat besar bagi terciptanya dialog dan demokratisasi budaya secara masal dan merata. Globalisasi mempunyai dampak yang besar terhadap budaya. Kontak budaya melalui media massa menyadarkan dan memberikan informasi tentang keberadaan nilai-nilai budaya lain yang berbeda dari yang dimiliki dan dikenal selama ini. Kontak budaya ini memberikan masukan yang penting bagi perubahan-perubahan dan pengembangan-pengembangan nilai-nilai dan persepsi dikalangan masyarakat yang terlibat dalam proses ini. Kesenian bangsa Indonesia yang memiliki kekuatan etnis dari berbagai macam daerah juga tidak dapat lepas dari pengaruh kontak budaya ini. Sehingga untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap perubahan-perubahan diperlukan pengembangan-pengembangan yang bersifat global namun tetap bercirikan kekuatan lokal atau etnis.
Globalisasi budaya yang begitu pesat harus diantisipasi dengan memperkuat identitas kebudayaan nasional. Berbagai kesenian tradisional yang sesungguhnya menjadi aset kekayaan kebudayaan nasional jangan sampai hanya menjadi alat atau slogan para pemegang kebijaksanaan, khususnya pemerintah, dalam rangka keperluan turisme, politik dsb. Selama ini pembinaan dan pengembangan kesenian tradisional yang dilakukan lembaga pemerintah masih sebatas pada unsur formalitas belaka, tanpa menyentuh esensi kehidupan kesenian yang bersangkutan. Akibatnya, kesenian tradisional tersebut bukannya berkembang dan lestari, namun justru semakin dijauhi masyarakat. Dengan demikian, tantangan yang dihadapi oleh kesenian rakyat cukup berat. Karena pada era teknologi dan komunikasi yang sangat canggih dan modern ini masyarakat dihadapkan kepada banyaknya alternatif sebagai pilihan, baik dalam menentukan kualitas maupun selera. Hal ini sangat memungkinkan keberadaan dan eksistensi kesenian rakyat dapat dipandang dengan sebelah mata oleh masyarakat, jika dibandingkan dengan kesenian modern yang merupakan imbas dari budaya pop. Untuk menghadapi hal-hal tersebut di atas ada beberapa alternatif untuk mengatasinya, yaitu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM ) bagi para seniman rakyat. Selain itu, mengembalikan peran aparat pemerintah sebagai pengayom dan pelindung, dan bukan sebaliknya justru menghancurkannya demi kekuasaan dan pembangunan yang berorientasi pada dana-dana proyek atau dana-dana untuk pembangunan dalam bidang ekonomi saja.
Bab V
Penutup
A. KESIMPULAN
Pengaruh globalisasi disatu sisi ternyata menimbulkan pengaruh yang negatif bagi kebudayaan bangsa Indonesia . Norma-norma yang terkandung dalam kebudayaan bangsa Indonesia perlahan-lahan mulai pudar. Gencarnya serbuan teknologi disertai nilai-nilai interinsik yang diberlakukan di dalamnya, telah menimbulkan isu mengenai globalisasi dan pada akhirnya menimbulkan nilai baru tentang kesatuan dunia. Apabila timur dan barat bersatu, masihkah ada ciri khas kebudayaan kita? Ataukah kita larut dalam budaya bangsa lain tanpa meninggalkan sedikitpun sistem nilai kita? Oleh karena itu perlu dipertahanan aspek sosial budaya Indonesia sebagai identitas bangsa. Caranya adalah dengan penyaringan budaya yang masuk ke Indonesia dan pelestarian budaya bangsa. Bagi masyarakat yang mencoba mengembangkan seni tradisional menjadi bagian dari kehidupan modern, tentu akan terus berupaya memodifikasi bentuk-bentuk seni yang masih berpolakan masa lalu untuk dijadikan komoditi yang dapat dikonsumsi masyarakat modern. Karena sebenarnya seni itu indah dan mahal. Kesenian adalah kekayaan bangsa Indonesia yang tidak ternilai harganya dan tidak dimiliki bangsa-bangsa asing. Oleh sebab itu, sebagai generasi muda, yang merupakan pewaris budaya bangsa, hendaknya memelihara seni budaya kita demi masa depan anak cucu.
B. SARAN – SARAN
Dari hasil pembahasan diatas, dapat dilakukan beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pergeseran kebudayaan yaitu : 1. Pemerintah perlu mengkaji ulang perturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran budaya bangsa 2. Masyarakat perlu berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah masing-masing khususnya dan budaya bangsa pada umumnya 3. Para pelaku usaha media massa perlu mengadakan seleksi terhadap berbagai berita, hiburan dan informasi yang diberikan agar tidak menimbulkan pergeseran budaya 4. Masyarakat perlu menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negative. 5. Masyarakat harus berati-hati dalam meniru atau menerima kebudayaan baru, sehingga pengaruh globalisasi di negara kita tidak terlalu berpengaruh pada kebudayaan yang merupakan jati diri bangsa kita.
REFERENSI
1. Kuntowijoyo, Budaya Elite dan Budaya Massa dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia, Mizan 1997. 2. Sapardi Djoko Damono, Kebudayaan Massa dalam Kebudayaan Indonesia: Sebuah Catatan Kecil dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia, Mizan 1997. 3. Fuad Hassan. “Pokok-pokok Bahasan Mengenai Budaya Nusantara Indonesia”. Dalam http://kongres.budpar.go.id/news/article/Pokok_pokok_bahasan.htm, didownload 7/15/04. 4. Koenjaraningrat. 1990. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia. 5. Adeney, Bernard T. 1995. Etika Sosial Lintas Budaya. Yogyakarta: Kanisius. Al-Hadar Smith, “Syariah dan Tradisi Syi’ah Ternate”, dalam http://alhuda.or.id/rub_budaya.htm , didown load 7/15/04. 6. http://www.google=pengaruh globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan daerah.com/ .7. http://rendhi.wordpress.com.8.http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
apa aja sih benda-benda yang berbahaya dan beracun yang ada di rumahmu???
pasti ada kan salah satu benda tersebut di rumahmu??
simpanlah benda-benda tersebut pada tempat yang aman, agar kita pun aman
![]()
Percaya atau tidak, jika suatu desa khusus di jadikan tempat kerja prostitusi??
Sebut saja desa x, desa ini teletak di daerah jawa barat,,desa ini memang sudah terkenal sebagai tempat paling terkenal dengan penduduknya yang sebagian besar menjadi pekerja seks komersial.
Hampir 30% penduduk desa ini menggantungkan hidup mereka dari pekerjaan ini. Kebanyakan dari mereka masih berumur belasan tahun, anehnya lagi para gadis ini disuruh orang tua mereka untuk bekerja seperti ini. alasan orang tua mereka tega memperkerjakan anaknya sebagai wanita penjajak seks, yaitu karena himpitan ekonomi, dan mereka menganggap tradisi; kalau anak mereka yang sudah di urusi’dirawat’ hingga besar, dan ketika besar harus segera ‘diolah’ agar mengahasilkan, dengan cara seperti ini yaitu menjadi pekerja prostitusi.
para pengunjung yang ingin melampiaskan nafsu mereka di desa ini, biasa menggunakan istilah ‘open house’ yaitu pengunjung dapat tinggal dirumah wanita yang mereka pilih dan dilayani layaknya suami sendiri di rumah pribadi. Prosedur para pengunjung yang ingin ‘jajan’ di desa ini harus menghubungi juru kunci (istilah untuk ketua pengurus pekerja), para tamu bernegosiasi terlebih dahulu dengan juru kunci untuk menentukan harga, wanita, dan rumah yang ingin ditinggali. Biasanya harga permalam untuk satu wanita+satu rumah yaitu mulai dari 300ribu rupiah. Dengan harga segitu para ‘lelaki hidung belang’ bisa menikmati rumah layaknya rumah sendiri dan dilayani layaknya suami sendiri dalam sehari.
Para pekerja juga tidak sedikit yang sudah terkena penyakit seks menular, contohnya gonore,sifilis, klamidia bahkan HIV/AIDS, tetapi mereka juga tidak jera dan tidak takut. Karena mereka sudah malu untuk keluar dari desa ini dan mencoba pekerjaan yang lebih layak.
dari artikel diatas dapatkah kita salahkan pekerjanya??pengunjungnya?? orang tuanya?? atau mungkin pengurus desanya??
semua dapat dengan mudah menyalahkan siapapun, namun hanya dari diri sendirilah yang dapat menyingkapi hal2 demikian..
Tips agar tubuh kita BUGAR selama 24 JAM, 7 HARI dalam SEMINGGU..
Apa kamu sering merasa lemah, letih, lesu ???. ayo kita bias cegah semuanya datang ke kita..
Lewat hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari. Dijamin kita bakalan bugar terus 24 jam dalam 7 hari seminggu !!!
Karena air putih akan membersihkan system pencernaan dan juga bias menyehatkan kulit dari dalam sehinngga membuat wajah kita terlihat cerah sampai bebas jerawat.
menjalin hubungan yang harmonis, itu yang sangat kita harapkan dalam menjalin suatu hubungan.
hubungan disini tidak hanya hubungan kita dengan pacar,,tapi dengan setiap orang yang kita sayang..
bisa hubungan dengan orang tua,adik,kakak,saudara,sahabat,teman, atau siapapun dia.
hubungan antar manusia merupakan suatu hal dalam hidup yang sangat mengambil alih besar perananya.
karena kita hidup saling membutuhkan antar sesama..
dari pengalaman hidup saya (walaupun saya baru mempunyai 18th jenjang pengalaman) saya selalu memperhatikan makna dibalaik semua yang berhubungan denga hidup saya.
misalnya hubungan kita dengan keluarga..
keluarga sangat berperan dalam membentuk suatu pribadi seseorang,,karena keluarga contoh hidup yang tanpa sadar kita pelajari sejak kita lahir ke bumi.
komunikasi itu penting antar anggota keluarga, jika kita ingin menjalin hubungan yang harmonis antar anggota keluarga..maka kita jalin komunikasi dengan sebaik-baiknya, dengan cara kluarga kita masing2,,
untuk mendapatkan komunikasi yang baik, hendaklah kita meluangkan sedikit waktu untuk sekedar berkomunikasi walaupun hanya sebentar tapi itu sangat berarti.
didalam komunikasi itu kita bisa menyelipkan tanda perhatian kita,,
misalnya kita menelpon ayah atau ibu,,pasti dalam pembicaraan ditelpon itu ada kata2 yang menandakan kita perhatian dengannya,,misalnya
“apa kamu sudah makan nak?, kalamu belum jangan lupa makan,,nanti pulang jam berapa…”
dan masih banyak lagi yang terucap lewat komunikasi sebagai suatu perhatian..
*) mengucapkan beberapa ucapan saat hari2 besar (saat ulang tahun,hari ibu,hari ayah,,,dan masih banyak lagi)
sebenarnya kita tidak harus menunggu hari2 besar untuk mengucapkan kata2 manis tanda sayang,,
bisa saja kita selipkan di setiap kita mengucapkan selamat pagi, atau selamat tidur..
terkadang tak sedikit juga dari kita yang malu/gengsi mengucapkan secara langsung.. namun tidak perlu bingung,,apalagi pada masa sekarang ini yang sudah serba teknologi..
bisa kita ucapkan via sms,email,facebook,ataupun di status twitter,,
karena begitu praktisnya kita membuat semua jadi harmonis,kenapa tidak kita lakukan?

dork never say die
I got so good in physics
while I got beaten physically
I went through a lot just to write this down
down with the bollies and the bad treats
and all the guys who think the own the streets
oh its good to know is almost over
* my heart beat’s getting faster
and is it getting any better ?
getting any better?
and I will meat you on the other side
we all can live with pride
I know that we can make it right
life is calling me now
I’m with you come how
let’s just pretend that they’re all dead
what the hell are you waiting for
we don’t have to feel this any more
it’s you I’m with tonight we could be any where
with anyone, anytime
and then you threw me a smile
and we talked for a while
I went through a lot just to make you mine
down with the bullies and the bad trets
find all the guys who think they own the streets
oh it’s good to know it’s almost over
back to *
life is calling me now
I’m with you somehow
let’s just pretend that they’re all dead
what the hell are you waiting for
we don’t have to feel this anymore
it’s you Im with tonight we could be anywhere
with anyone, anytime
high school is almost over
go straight for your dream now.
pernahkah kamu percaya kepada seseorang yang kamu belum tau kalau orang itu jujur atau tidak??
kepercayaan itu baru benar-benar ada ketika kita sudah yakin kalau sudah ada kejujuran dahulu sebelumnya.
bagaimanakah mungkin bisa percaya kalau kejujurannya saja masih dipertanyakan??
tingkat kepercayaan itu juga tidak bisa langsung ada sepenuhnya..
datangnya rasa percaya itu pun perlahan-lahan.
awalnya kita percaya dari sedikit kejujuran,,dari sedikit kejujuran di awal, maka akan menumpuk akan menumpuk kepercayaan.
tanpa kita sadari kepercayaan yang sudah ditanam sering kali di buat rusak karna kejujurannya yang dipertanyakan.padahal untuk mendapatkan suatu kepercayaan itu sungguh sulit. mendapat suatu kepercayaan harus kita jaga, karna jika sudah lepas kita tidak mungkin untuk mendapatkannya lagi..
maka dari itu mulailah kita jujur dari diri sendiri, dengan begitu sekitar kita pun juga turut jujur dan saling percaya..
aku percaya sama kamu yang udah jujur ke aku..

Dia memang hanya dia
Ku s’lalu memikirkannya
Tak pernah ada habisnya
Benar dia, benar hanya dia
Ku s’lalu menginginkannya
Belaian dari tangannya
Mungkin hanya dia
Harta yang paling terindah
Di perjalanan hidupku
Sejak derap denyut nadiku
Mungkin hanya dia
Indahnya sangat berbeda
Ku haus merindukannya
Reff:
Ku ingin kau tahu isi hatiku
Kaulah yang terakhir dalam hidupku
Tak ada yang lain hanya kamu
Tak pernah ada
Takkan pernah ada
Benar dia, benar hanya dia
Ku s’lalu menginginkannya
Belaian dari tangannya
Mungkin hanya dia
Indahnya sangat berbeda
Ku haus merindukannya
Back to Reff
Ku ingin kau selalu di pikiranku
Kau yang selalu larut dalam darahku
Tak ada yang lain
Hanya kamu
Tak pernah ada
Takkan pernah ada
jika dalam forum diskusi tentu kita akan bertukar pikiran dan pendapat,,
hal ini memang biasa dalam forum diskusi..
kita menghadiri forum diskusi juga untuk menambah pengetahuan dari pendapat-pendapat orang.
namun jika saya menghadiri sebuah forum diskusi yang dihadiri dari berbagai mahasiswa dari berbagai fakultas..
dan saat itu saya berpendapat lalu mendapat sanggahan dari mahasiswa fakultas lain,,
pertama yang saya lakukan adalah mendengarkan pendapat mahasiswa tersebut,
wajib untuk kita mendengarkan perndapat orang lain.
lalu jika menurut saya pendapat yang saya ajukan itu benar, dan lebih baik dari sanggahan mahasiswa yang tadi,
maka saya akan terus mempertahankan pendapat saya itu adalah benar, dan lebih baik.
namun jika mahasiswa tersebut masih saja kekeuh dengan pendapatnya itu
dan saya juga masih yakin jika pendapat saya benar,
maka saya akan meminta kepada mahasiswa lain untuk memberikan penilaian, yang mana yang terbaik diantara pendapat saya dan mahasiswa dari fakultas lain terebut.
dalam forum diskusi kita harus meghargai pendapat orang lain..
jika kita tidak mau menghargai orang lain , maka orang lain pun tidak akan menghargai pendapat kita.septiani.
jika saya dipilih kampus untuk menjadi relawan yang akan dikirim ke lokasi gempa,
maka dengan senang hati saya akan terima,,,
walaupun saya tidak dibayar,,saya senang,,
karena saya merasa berguna dan bermanfaat bagi orang lain,
apalagi orang tersebut dalam keadaan yang wajib kita bantu..
walaupun saya tidak memiliki banyak kemampuan, apalagi saya ini seorang perempuan,,
biasanya perempuan sangat sensitiv bila berhubungan dengan hal hal yang berbau mayat,,
tapi disana saya tidak harus mengurusi mayat kan??,,
saya bisa membantu dalam dapur umum,
saya bisa memberikan bantuan moril berupa motivasi-motivasi kepada korban yang selamat,,yang masih menjalani kehidupan.
begitulah pemikiran saya_SEPTIANI..